Postingan

Kamu Sedang Marah

Kamu siapa? Saya tidak kenal kamu yang seperti ini? Kamu sedang marah? Pada siapa? Matahari bersinar terang sepanjang hari, meskipun sore tadi sedikit hujan gerimis, tapi hal itu tidak seharusnya menghancurkan moodmu . Kamu sudah marah sejak hari menjelang siang. Kamu marah karena lapar? Lalu mengapa setelah makanpun kamu tetap terlihat so done with people ? Kamu tidur siang terlalu lama hari ini. Siapa yang ingin kamu hindari? Orang-orang baik-baik saja hari ini. Mereka tetap hidup dengan baik, berbicara dengan nada sol yang antusias. Itu kamu yang kelihatan pissed off sepanjang hari. Ditanya, menjawab dengan balasan seadanya. Disapa, menjawab dengan gumaman kesal. Dipanggil, menjawab dengan seruan keras. Mau kamu apa? Kamu marah? Kamu sedang ingin marah? Kamu sedang marah? Atau kamu ingin marah? Kamu masih marah?

Irrelevant Times

there were times, it took months to let go, weeks to forget, days to realize, hours to believe. but there were times, years and years, and nothing changed. that one time, for that one person, time, doesn't relevant.

MP #16 Sejelas Kamu

Hei, demi matahari dan bulan, bumi dan lautan, aku ingin bertanya padamu ; u ntuk apa, sih, kamu tiba-tiba datang ke mimpiku? Aku tidak sedang  berada dalam penantian, kesedihan, dan kejatuhan yang berhubungan dengan kamu. Aku sedang baik-baik saja meski beberapa tugas memang membuat kepalaku pening dan rasanya aku ingin pingsan saja. Tapi kemudian, hanya itu, tidak ada yang berhubungan dengan kamu. Kamu belum terlintas dibenakku sepanjang tahun ini, belum cukup untuk membuatku menuliskan tentangmu lagi. Namun lagi, ini kamu, kamu selalu punya cara untuk kembali setelah kukatakan ‘kamu bebas pergi dan kembali sesukamu’. Dan kamu memang kembali. Kamu pandai me ncuri kesempatan dan mem permainkan ucapan gadis naif sepertiku. Baik, kemudian, bagaimana caranya aku harus menghadapi kamu yang seperti itu? Kamu yang datang tanpa tedeng aling-aling, tanpa pemberitahuan sebelumnya agar aku bisa bersiap menghadapimu, datang tanpa diundang. Oh, kamu bahkan tidak memerlukan u...

More Than Me, It's You

Have you been fighting it for your whole life? Have you been struggle all these time? How was your days and nights? How many times you have to turn your back against the world just to save my world? How often did your heart ache because of me? How long have you suffered because of me? How many times you shed tears in the middle of the night; when I was sleep so carefree, so you thought that I won't know your tears? I was so selfish. All you did, it's always have to be about me. I was upset if your world didn't revolve around me. Still you think about me? Did you still? Still I can't reach out for you first. But, nothing matters anymore with your mere existence. Now it's never them or anyone, it's more than me. It was you. Both of you.

Long Way

Some were blessed with a long live. Some were blessed with a long journey. Some were blessed with a long story. Some were blessed with a great life. Some were blessed with a universe. But, I was blessed enough with this long and vast space between us. Be grateful for us didn't fated yet to met, cause neither of us know, what kind of twist we were blessed with.

On The Roadside

... karena kita ada di jalan yang berbeda, tak bisa mendekat ataupun bersentuhan. Hanya saling menatap manik mata, bertukar sapa dalam bisikan; two idiots who could only exchange gazes. Kita saling bertatapan, takut untuk mengalihkan pandangan, sebab kita tak tahu pasti bila akan bersirobok tatap kembali. Saling memandang dalam diam. Berharap kita dapat saling berkomunikasi lewat tatapan mata; berharap kamu mengerti makna teriakan diamku; berharap kamu melihat bagaimana percikan itu kini berubah menjadi gemuruh api; berharap kamu cukup berani untuk menghampiriku lebih dulu; Sebab, sudah berapa kali kita berselisih waktu dan tempat? Dan sudah berapa kali kita kecewa setelah mengetahuinya? Jika, jika kita mau sedetik saja mengalah--mengabaikan ego kita, mungkin kita akan dipertemukan. Tapi kita tahu, kita terlalu sombong untuk tunduk pada takdir. We'll never meant to be together...

Needless Heat

Pointless ride, cold wind against my face, frozen finger on my fist; that much to calm those needless heat inside me. Maybe I broke too much, hence it took too long to heal. Maybe.