Postingan

Coba Katakan Padaku

Coba katakan padaku, bagaimana cara agar aku bisa tidur malam ini sementara aku tahu kamu baru saja terbangun dari segala mimpimu. Aku kalang kabut supaya kamu bisa melihat aku lagi. Ingin rasanya kutumpahkan segala yang terpendam di dalam hatiku, mencoba untuk menarik perhatianmu. Aku ingin memberikan semua tanda, sandi, kode, isyarat dan apalah itu supaya kamu mengerti; betapa kamu sangat kunantikan. Betapa kembalinya dirimu sungguh menjadikan segalanya berbeda. Aku tahu, kamu tidak bermaksud memberikan pertanda apapun, tapi aku terlanjur menjadi bodoh. Sistem penerjemah dalam otakku sudah secara otomatis memiliki kosa kata terjemahannya sendiri untuk tiap-tiap hal yang kamu lakukan. Aduhai, maaf kalau gadis ini begitu gembira dengan kembalinya dirimu. Aku tahu aku bukan apa yang kamu harapkan, tapi, mau bagaimana lagi. Meskipun pernah kukatakan bahwa kamu boleh pergi dan tak kembali atau kembali untuk kemudian pergi lagi; kamu pikir aku seikhlas itu membiarkan kamu pergi? ...

MP #15 Kamu Lagi

Setelah berbulan-bulan lamanya, setelah sekian lama, di sinilah aku duduk menghadapmu, menumpahkan perasaan. Bukan perasaan indah karena jatuh cinta, bukan buncahan perasaan yang meledak-ledak. Ini tentang perasaan yang terlalu lama, sekaligus baru. Sangat asing dan familiar. Mungkin saja perasaan yang sama dengan beberapa purnama yang telah lalu. Aku duduk di sini, memikirkan kamu. Tiba-tiba, di suatu senja, kamu melayang-layang di kepalaku. Bukan tengah malam atau pagi buta, waktu di mana biasanya aku selalu memanggil nama kamu, membayangkan bagaimana seharusnya kita bisa berakhir. Oh, dan kalau kamu mau tahu, aku baik-baik saja sejak kali terakhir aku menulis untukmu. Semuanya bisa teratasi dengan baik. Tidak ada rasa sesak ataupun air mata, hanya rasa yang menyesap pelan-pelan lalu mengabur kemudian menghilang. Tapi kamu tidak pernah hilang, kan? Aku selalu tahu itu. Kamu? Apa kamu tahu hal itu? Mungkin suatu saat, jika kamu membaca tulisan ini, kamu akan bertanya-tanya; apa ya...

Weirdo

Whatta crowded situation! People talk about anything; any random things. I trapped here, keep thinking about the strange thing. Tell me, am I weird? Am I a freak? Did being quiet in the crowd makes you weird? Did sing an old-fashioned song makes you weird? I can't even make them listen to the song I like. I don't want to force them. I never want to force what I believe, so that they believed it too. They have their own right and I respect that. But why can't they respect my choice? They really are strange people. Look, the things I want to tell you was not what I said myself. I got it from somebody else, too. I thank anyone who think about that and makes me could read their thought. What I knew is, if you're going to be weird, be confident about it.

Dear and Dearin'

Setelah berminggu-minggu, aku hanya akan menjadi sekilas mimpi di musim panasmu. Hanya sekejap dan akan terlupakan, menguap bersama panasnya cuaca atau menghilang bersama kemeriahan festival musim panas.

Saya Suka

Buku. Saya suka membaca buku. Karena membaca adalah seluas-luas jagat raya, tempat petualangan tanpa batas. Tulisan. Saya suka menulis. Karena tulisan adalah sekuat-kuat jiwa dan raga, tempat mencurahkan segala rasa. Saya selalu suka.

Untukmu

Kamu tahu? Bahwa semua posting -an twitter, instagram, facebook, tumblr, dan segalanya adalah untuk memberitahumu semua tentangku; bagaimana hariku, bagaimana kabarku, apa yang terjadi padaku. Meskipun pada akhirnya tetap saja tiada kabar darimu.

Fooled Fool

There were once the hunchback and the fool. They work for a prosperous merchant. The hunchback worked as movers and the fool worked as accountant. None of them seem to put a good, sincere effort for him, though they were polite enough on his eyes. The hunchback and the fools' relation was always in a proper term, but not close enough to be called good. Too many games played, too many power involved. They compete to control the merchant, because they thought that the merchant is just trash without them. Both of them were confident with their ways. Each of them believe that somehow they managed to fool another. The hunchback believe that he had fool the fool that he was humpbacked and suffered of his fate. He have nothing but strength. He was amused by the way the fool keep encouraging him that his humpbacked fate would have their own good side, which is his strength. None that the fool knew that the hunchback told the merchant once that the fool had deceive the merchant with accou...