Hei, demi matahari dan bulan, bumi dan lautan, aku ingin bertanya padamu ; u ntuk apa, sih, kamu tiba-tiba datang ke mimpiku? Aku tidak sedang berada dalam penantian, kesedihan, dan kejatuhan yang berhubungan dengan kamu. Aku sedang baik-baik saja meski beberapa tugas memang membuat kepalaku pening dan rasanya aku ingin pingsan saja. Tapi kemudian, hanya itu, tidak ada yang berhubungan dengan kamu. Kamu belum terlintas dibenakku sepanjang tahun ini, belum cukup untuk membuatku menuliskan tentangmu lagi. Namun lagi, ini kamu, kamu selalu punya cara untuk kembali setelah kukatakan ‘kamu bebas pergi dan kembali sesukamu’. Dan kamu memang kembali. Kamu pandai me ncuri kesempatan dan mem permainkan ucapan gadis naif sepertiku. Baik, kemudian, bagaimana caranya aku harus menghadapi kamu yang seperti itu? Kamu yang datang tanpa tedeng aling-aling, tanpa pemberitahuan sebelumnya agar aku bisa bersiap menghadapimu, datang tanpa diundang. Oh, kamu bahkan tidak memerlukan u...